berbicara mana yang lebih baik adalah relatif. baik KVM VPS maupun OpenVz VPS keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada beberapa hal yang hanya bisa dilakukan di OpenVz dan tidak ada di KVM, atau sebaliknya.

Untuk lebih Jelasnya kami akan berikan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing VPS.

KVM VPS

Kelebihan KVM VPS:

  • Mengunakan Partisi fisik (bukan Container).
    KVM VPS menggunakan metode partisi dalam partisi, yaitu dengan menggunakan Partisi LVM. Dengan digunakannya Partisi Fisik, maka KVM VPS cocok digunakan untuk segala jenis applikasi yang membutuhkan custom partition seperti ERP, web server, Java Server, Windows, dll
  • Tidak bisa dilakukan Overselling. Dengan demikian masing-masing VPS tidak akan mengganggu VPS lainnya. Penggunaan resource berlebih di salah satu VPS tidak akan berpengaruh terhadap VPS lain dalam satu server
  • Mendukung file ISO untuk install VPS

Kekurangan KVM VPS:

  • Upgrade – Downgrade Resource mengharuskan VPS off. Sehingga jika pada suatu saat anda membutuhkan resource tambahan, dipastikan akan terjadi downtime. Selain itu penambahan atau pengurangan resorce HDD mengharuskan edit partisi dan bisa berakibat hilangnya data.
  • Butuh resource Lebih besar dibanding OpenVz. Untuk jenis OS yang sama, KVM VPS setidaknya membutuhkan ruang hardisk 3kali lebih besar dibanding OpenVz.

Dari Penjelasan ini, KVM VPS cocok untuk:

  • Anda yang membutuhkan server untuk applikasi yang berukuran sedag – besar
  • Applikasi yang membutuhkan partisi Khusus
  • Applikasi yang diinstall melalui CDROM / DVD dengan menggunakan ISO File

OpenVz VPS

Kelebihan OpenVZ VPS:

  • Tidak membutuhkan ruang HDD yang terlalu besar. Contoh untuk OS, hanya butuh space sekitar 300mb saja. Sedangkan KVM butuh space setidaknya 1Gb.
  • Penambahan – Pengurangan resource bisa dilakukan tanpa harus mematikan server dan tanpa harus booting.

Kekurangan OpenVz:

  • Bisa dilakukan Overselling. Dengan adanya fitur ini, jika penjual VPS menggunakannya dan memberlakukan Overselling dalam OpenVz VPS, maka antar VPS menjadi saling berpengaruh. Penggunaan Resource berlebih pada saah satu VPS bisa mempengaruhi kinerja VPS lain. hal ini bisa dihindari jika fitur overselling tidak digunakan
  • Menggunakan partisi dengan metode container. (folder / Virtual) sehingga pada OpenVz tidak bisa diinstall applikasi yang membutuhkan partisi custom seperti windows, ERP tertentu, dll

Dari penjelasan diatas, OpenVz cocok jika :

  • Applikasi yang digunakan kecil
  • Tidak membutuhkan Partisi Khusus

Anda akan merasakan bahwa OpenVz mempunyai loading yang lebih cepat dibanding KVM. hal ini karena Resource yang dibutuhkan OpenVz lebih sedikit.

Incoming search terms:

(Visited 143 times, 1 visits today)