Archive

Browsing

Mengenal apa itu Deep of field dalam Photography – Deep of field dalam photography adalah cara atau teknik dalam pengambilan gambar agar fokus pada object tertentu dan blur di object lainnya sehingga orang yang melihat hasil photo kita akan terarah ke object yang kita inginkan.

Ketika Anda melihat objek tertentu dengan menggunakan kasat mata, ketajaman objek yang kita lihat biasanya terlihat sama tajam. Namun, ketika menggunakan kamera, terkadang bisa fokus pada salah satu bagian tertentu sehingga bagian tersebut terlihat lebih tajam dari bagian yang lain. inilah yang dimaksud dengan deep of field (DOF).

3 Faktor yang mempengaruhi Deep of Field (DOF)

Ada 3 faktor yang sangat berpengaruh pada Deep of Field, diantaranya adalah:

Aperture Lensa

Semakin kecil aperturnya (Nilai f semakin besar), semakin luas DOF-nya sheingga semakin banyak bagian yang terlihat tajam. Misal kalau Anda ingin menghasilkan foto dengan banyak bagain tajam, Anda bisa mengatur Apperture ke menjadi f/22 atau f/32. Sebaliknya jika ingin mendapatkan sebagian object yang tajam dan bagian lain blur, Anda bisa mengatur aperture ke f/1.2 atau f/1.8. Aperture lensa yang besar akan memberikan cahaya yang lebih banyak, sehingga anda harus mengimbangi dengan nilai ISO yang lebih kecil atau Shutterspeed yang lebih cepat. Sebaliknya Aperture lensa yang kecil membuat cahaya yang masuk ke sensor kamera lebih sedikit. Sehingga harus diimbangi dengan mengatur nilai ISO yang lebih besar dan Shutterspeed yang lebih lambat.

Panjang Fokus Lensa (Focal Length)

Focal length juga berpengaruh pada DOF. Semakin besar focal Length, Deep of field menjadi lebih sempit. Lensa pendek (misal 24mm) jika dibandingkan dengan Lensa tele (misal 300mm), maka lensa tele memiliki DOF yang lebih sempit dibanding lensa 24mm. Itu sebabnya, pada lensa tele dibutuhkan Apperture yang lebih kecil (Nilai f besar) dibanding lensa wide. Hal ini berfungsi untuk mengimbangi agar lensa tele tetap bisa mengambil object dengan tajam.

Jarak Objek ke kamera

Seperti yang disebutkan di atas bahwa semakin lebar sudut view-nya, semakin besar pula DOF-nya. Artinya, semakin dekat jarak kamera dengan objek, semakin terbatas pula DOF-nya. Dengan menggunakan lensa yang sama, photo close up akan menghasilkan nilai DOF yang lebih sempit dibanding foto dengan jarak yang lebih jauh.

Sumber foto: wallpapercraze.com